Muratara, sumatrakita.my.id - Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H Junius Wahyudi memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD, Selasa (31/3/2026).
Dalam pemaparannya, Junius menyoroti penurunan angka kemiskinan yang diklaim signifikan sepanjang tahun 2025.
“Angka kemiskinan tahun 2025 berada di angka 15,25 persen, turun 2,13 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 17,38 persen,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut capaian tersebut sebagai yang terendah sejak Kabupaten Muratara berdiri.
“Ini merupakan angka kemiskinan terendah sejak Muratara berdiri,” ujarnya.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Muratara Devi Arianto, didampingi Wakil Ketua Ekien, serta dihadiri Sekda Elvandary, jajaran OPD, camat, dan tamu undangan.
Selain kemiskinan, Junius juga memaparkan indikator lain. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 71,39 poin dari sebelumnya 70,45 poin pada 2024.
“IPM kita terus menunjukkan tren positif dalam empat tahun terakhir,” katanya.
Sementara tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan menjadi 4,78 persen, turun dari 4,91 persen di tahun sebelumnya.
“Penurunan ini didukung investasi di sektor pertambangan dan perkebunan, serta penguatan UMKM,” jelasnya.
Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan kabupaten sejak 2021 hingga 2025 mencapai 144,304 kilometer, ditambah pembangunan jalan desa sepanjang 81.715,78 kilometer dan 53 unit jembatan.
Pada bidang kesehatan, delapan puskesmas telah terakreditasi paripurna, serta program layanan USG langsung ke desa terus berjalan untuk menekan risiko kematian ibu dan anak.
“Pelayanan kesehatan terus kami dorong agar menjangkau hingga ke desa,” ujarnya.
RSUD Muratara juga tengah dipersiapkan naik status menjadi rumah sakit tipe C, dengan dukungan 10 dokter spesialis dan 27 dokter umum.
Di sektor pendidikan, bantuan seragam sekolah masih menjadi andalan untuk menekan angka putus sekolah.
“Tahun 2025, bantuan diberikan kepada 422 siswa SD dan 2.449 siswa SMP,” ungkapnya.
Sementara itu, bantuan sosial untuk lansia dan santunan kematian juga terus ditingkatkan, masing-masing menjangkau 2.800 lansia dan 500 penerima. (Adv)
